Pada postingan kali ini saya dengan rekan saya Harka dan Endrico membuat suatu contoh programjava tentang array. Ini merupakan salah satu tugas pertama saya di mata kuliah PBO yang di ajar oleh Bu Naeli.
Berikut ini adalah kodingan program tersebut dapat di klik atau di lihat di sini
Sabtu, 23 Maret 2013
Kamis, 20 Desember 2012
KEINGINAN
KEINGINAN
Ketika
ku memilih yang terbaik
Tetapi
ku tidak pernah berhasil
Ketika
ku mendapatkan apa yang ku inginkan
Tetapi
yang didapatkan hanya kebohongan
Ketika
ku merasa sangat lelah
Tapi
ku harus bersabar
Terjebak
dalam kebohongan
Air mata
datang mengalir di hati
Ketika ku
kehilangan sesuatu yang tidak dapat menggantikannya
Bila ku
mencintai seseorang
Tetapi tak ada
tanggapan
Lampu
akan memandu ku menjalani kisah ini
Dan
memicu keinginan ku
Dan
ku akan mencoba tuk memperbaiki hati ini
Bila ku
terlalu cinta untuk membiarkannya pergi
Tapi jika ku
tidak pernah mencoba,
Ku tidak akan
pernah tahu
Apa yang ku
rasakan
Senin, 05 November 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
dalam artikel ini saya membuat tema New Media, tapi di dalam artikel ini saya membahas New Media In Art. Apabila ingin lebih jels atau melihat artikel mengenai The New Media In Art coba klik The New Media In Art atau bisa di cek di sini Presentation New Media
Terima Kasih atas kunjungannya
Terima Kasih atas kunjungannya
Rabu, 23 Mei 2012
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan
Kegelisahan
Di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang
tidak merasakan kegelisahan. Kalau kita melihat seluruh makhluk yang hidup di
muka bumi ini akan kita dapati bahwa manusia dengan tabiatnya senantiasa
dipengaruhi oleh kompleksitas ketakutan yang menuntunnya ke ambang kegelisahan.
Orang-orang di sekeliling kita bahkan dalam diri kita sendiri, baik besar,
kecil, laki-laki maupun perempuan, semuanya merasakan ketakutan atau
kegelisahan; kegelisahan merupakan fenomena umum dan ciri khas yang hanya
dimiliki manusia. Hal ini kiranya memerlukan semacam kesadaran dari kita guna
memikirkan kiat-kiat untuk menghindarinya, paling tidak dengan itu kita bisa
membayangkan kejadian-kejadian yang belum terjadi dan bagaimana cara
menanggulanginya. Sebab pada hakikatnya kegelisahan merupakan reaksi natural
terhadap faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh internal maupun eksternal.
Tabiat kehidupan dunia adalah penderitaan,
kesedihan dan kesusahan. Kondisi-kondisi yang meliputi manusia tidak pernah
‘kering’ dari kesedihan atas masalah yang telah dilalui, atau kegelisahan atas
masalah yang sedang menghantui, atau kecemasan atas masalah yang akan diarungi.
Ini sesuai dengan firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada
dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]
Setiap orang, sesuai dengan kemampuannya
masing-masing, berupaya mengekspresikan kegelisahannya sebagai akibat dari
pengaruh-pengaruh emosional reaktif yang dikhayalkan akan mengancam kehidupan
atau ketenangannya.
Manusia dan Tanggung Jawab (Tulisan)
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan Tanggung Jawab
Didalam sebuah keluarga terdiri
dari suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. Disana telah jelas
peranan masing-masing anggota keluarga. Ayah berkorban demi mencukupi kebutuhan
keluarganya, Ibu berkorban demi mengurus buah hatinya.
Apakah kita tau betapa besarnya pengeorbanan mereka? Terkadang kita sebagai
anak sering bersikap “arogan” tak mau mengalah, menuntut harus ini itu kepada
orang tua. Mereka pasti akan menuruti keinginan kita, karena bagi mereka kita
adalah anak kesayangan mereka, tapi pernahkah kita berfikir, sudahkah kita
menuruti keinginan mereka atau mungkin membuat mereka bahagia?
Mereka memang tidak menunjukannya langsung kepada kita, tapi apakah kita mengerti. Berbaktilah kepada orang tua itu merupakan bentuk dari pengabdian. Jika dalam agama Islam, Ridho ALLAH adalah Ridho kedua orang tua kita.
Mereka memang tidak menunjukannya langsung kepada kita, tapi apakah kita mengerti. Berbaktilah kepada orang tua itu merupakan bentuk dari pengabdian. Jika dalam agama Islam, Ridho ALLAH adalah Ridho kedua orang tua kita.
Manusia adalah makhluk yang bertanggungjawab,
merupakan makhluk yang diberi beban tugas (mukallaf). Yang membebani tugas
manusia adalah Allah dan juga dirinya sendiri.
Tanggung
jawab lahir kerana manusia diberi kebebasan untuk memilih dan
diberikan seperingkat kebolehan dan potensi untuk mengembangkan tugasnya.
Kebolehan itu adalah berbentuk hidayah.
Hidayah inderawi berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit
untuk meraba, lidah untuk merasa. Hidayah akal untuk memikirkan dan bertemukan
rumusan dan fenomena-fenomea.
Hidayah agama berupa rumusan yang tidak
dapat diindera oleh panca indera dan terbayang dalam fikiran. Semuanya
diberikan oleh Allah kepada manusia agar dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik. Jadi betapa bijaksananya Allah memberikan sejumlah perangkat kepada
manusia sebelum memberikan tugas kepada manusia.
Mengapa kita diberi tugas ? Kerana kita
tahu, seperti yang diberi tahu oleh Allah dalam
Surat Al-Ahzab (33:72) “Sesungguhnya
Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia
itu amat lalim dan amat bodoh” .
Ayat ini menggambarkan bahawa hanya
manusialah yang mahu menerima beban tugas kekhalifahan ini. Inilah tanggung
jawab yang diberikan Allah kepada manusia. Adakah kita sedar atau tidak? atau
hanya sekadar melepaskan batuk di tangga?
Terima kasih sudah mampir di blog
sayaaaa......
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)