Kamis, 20 Desember 2012

KEINGINAN


KEINGINAN

Ketika ku memilih yang terbaik
Tetapi ku tidak pernah berhasil
Ketika ku mendapatkan apa yang ku inginkan
Tetapi yang didapatkan hanya kebohongan
Ketika ku merasa sangat lelah
Tapi ku harus bersabar
Terjebak dalam kebohongan

Air mata datang mengalir di hati
Ketika ku kehilangan sesuatu yang tidak dapat menggantikannya
Bila ku mencintai seseorang
Tetapi tak ada tanggapan

Lampu akan memandu ku menjalani kisah ini
Dan memicu keinginan ku
Dan ku akan mencoba tuk memperbaiki hati ini

Bila ku terlalu cinta untuk membiarkannya pergi
Tapi jika ku tidak pernah mencoba,
Ku tidak akan pernah tahu
Apa yang ku rasakan


Selasa, 09 Oktober 2012

New Media In Art (Tulisan)

dalam artikel ini saya membuat tema New Media, tapi di dalam artikel ini saya membahas New Media In Art. Apabila ingin lebih jels atau melihat artikel mengenai The New Media In Art coba klik The New Media In Art atau bisa di cek di sini Presentation New Media
 Terima Kasih atas kunjungannya

Rabu, 23 Mei 2012

Manusia dan Kegelisahan (Tulisan)



Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas   : 1 IA 25
NPM    : 54411762

Manusia dan Kegelisahan
Di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang tidak merasakan kegelisahan. Kalau kita melihat seluruh makhluk yang hidup di muka bumi ini akan kita dapati bahwa manusia dengan tabiatnya senantiasa dipengaruhi oleh kompleksitas ketakutan yang menuntunnya ke ambang kegelisahan. Orang-orang di sekeliling kita bahkan dalam diri kita sendiri, baik besar, kecil, laki-laki maupun perempuan, semuanya merasakan ketakutan atau kegelisahan; kegelisahan merupakan fenomena umum dan ciri khas yang hanya dimiliki manusia. Hal ini kiranya memerlukan semacam kesadaran dari kita guna memikirkan kiat-kiat untuk menghindarinya, paling tidak dengan itu kita bisa membayangkan kejadian-kejadian yang belum terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya. Sebab pada hakikatnya kegelisahan merupakan reaksi natural terhadap faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh internal maupun eksternal.
Tabiat kehidupan dunia adalah penderitaan, kesedihan dan kesusahan. Kondisi-kondisi yang meliputi manusia tidak pernah ‘kering’ dari kesedihan atas masalah yang telah dilalui, atau kegelisahan atas masalah yang sedang menghantui, atau kecemasan atas masalah yang akan diarungi. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]

Setiap orang, sesuai dengan kemampuannya masing-masing, berupaya mengekspresikan kegelisahannya sebagai akibat dari pengaruh-pengaruh emosional reaktif yang dikhayalkan akan mengancam kehidupan atau ketenangannya.

Manusia dan Tanggung Jawab (Tulisan)


Nama    : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas     : 1 IA 25
NPM      : 54411762


Manusia dan Tanggung Jawab

Didalam sebuah keluarga terdiri dari suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. Disana telah jelas peranan masing-masing anggota keluarga. Ayah berkorban demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Ibu berkorban demi mengurus buah hatinya.

Apakah kita tau betapa besarnya pengeorbanan mereka? Terkadang kita sebagai anak sering bersikap “arogan” tak mau mengalah, menuntut harus ini itu kepada orang tua. Mereka pasti akan menuruti keinginan kita, karena bagi mereka kita adalah anak kesayangan mereka, tapi pernahkah kita berfikir, sudahkah kita menuruti keinginan mereka atau mungkin membuat mereka bahagia?
Mereka memang tidak menunjukannya langsung kepada kita, tapi apakah kita mengerti. Berbaktilah kepada orang tua itu merupakan bentuk dari pengabdian. Jika dalam agama Islam, Ridho ALLAH adalah Ridho kedua orang tua kita.

Manusia adalah makhluk yang bertanggungjawab, merupakan makhluk yang diberi beban tugas (mukallaf). Yang membebani tugas manusia adalah Allah dan juga dirinya sendiri.
Tanggung jawab lahir kerana manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberikan seperingkat kebolehan dan potensi untuk mengembangkan tugasnya. Kebolehan itu adalah berbentuk hidayah. Hidayah inderawi berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk merasa. Hidayah akal untuk memikirkan dan bertemukan rumusan dan fenomena-fenomea.
Hidayah agama berupa rumusan yang tidak dapat diindera oleh panca indera dan terbayang dalam fikiran. Semuanya diberikan oleh Allah kepada manusia agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Jadi betapa bijaksananya Allah memberikan sejumlah perangkat kepada manusia sebelum memberikan tugas kepada manusia.
Mengapa kita diberi tugas ? Kerana kita tahu, seperti yang diberi tahu oleh Allah dalam
Surat Al-Ahzab (33:72) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh” .
Ayat ini menggambarkan bahawa hanya manusialah yang mahu menerima beban tugas kekhalifahan ini. Inilah tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia. Adakah kita sedar atau tidak? atau hanya sekadar melepaskan batuk di tangga?

Terima kasih sudah mampir di blog sayaaaa......

Manusia dan Pandagan Hidup tulisan


Nama       : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas         : 1 IA 25
NPM         : 54411762

Manusia dan Pandangan Hidup

Tema penulisan saya kali ini adalah mengenai manusia dan pandangan hidup. Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang berbeda-beda. Apa itu pandangan hidup?
Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Satu diantar keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Disatu pihak manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain menusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.

Kesadaran akan kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik yang fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.

Selain itu manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. Sadar pula bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi. Lebih yakin lagi bahwa kehidupan lain itu bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.

Disana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa baik dan buruk itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu mencari sesuatu yang dapat menuntunnya kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.