Senin, 05 November 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
dalam artikel ini saya membuat tema New Media, tapi di dalam artikel ini saya membahas New Media In Art. Apabila ingin lebih jels atau melihat artikel mengenai The New Media In Art coba klik The New Media In Art atau bisa di cek di sini Presentation New Media
Terima Kasih atas kunjungannya
Terima Kasih atas kunjungannya
Rabu, 23 Mei 2012
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan
Kegelisahan
Di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang
tidak merasakan kegelisahan. Kalau kita melihat seluruh makhluk yang hidup di
muka bumi ini akan kita dapati bahwa manusia dengan tabiatnya senantiasa
dipengaruhi oleh kompleksitas ketakutan yang menuntunnya ke ambang kegelisahan.
Orang-orang di sekeliling kita bahkan dalam diri kita sendiri, baik besar,
kecil, laki-laki maupun perempuan, semuanya merasakan ketakutan atau
kegelisahan; kegelisahan merupakan fenomena umum dan ciri khas yang hanya
dimiliki manusia. Hal ini kiranya memerlukan semacam kesadaran dari kita guna
memikirkan kiat-kiat untuk menghindarinya, paling tidak dengan itu kita bisa
membayangkan kejadian-kejadian yang belum terjadi dan bagaimana cara
menanggulanginya. Sebab pada hakikatnya kegelisahan merupakan reaksi natural
terhadap faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh internal maupun eksternal.
Tabiat kehidupan dunia adalah penderitaan,
kesedihan dan kesusahan. Kondisi-kondisi yang meliputi manusia tidak pernah
‘kering’ dari kesedihan atas masalah yang telah dilalui, atau kegelisahan atas
masalah yang sedang menghantui, atau kecemasan atas masalah yang akan diarungi.
Ini sesuai dengan firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada
dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]
Setiap orang, sesuai dengan kemampuannya
masing-masing, berupaya mengekspresikan kegelisahannya sebagai akibat dari
pengaruh-pengaruh emosional reaktif yang dikhayalkan akan mengancam kehidupan
atau ketenangannya.
Manusia dan Tanggung Jawab (Tulisan)
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan Tanggung Jawab
Didalam sebuah keluarga terdiri
dari suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. Disana telah jelas
peranan masing-masing anggota keluarga. Ayah berkorban demi mencukupi kebutuhan
keluarganya, Ibu berkorban demi mengurus buah hatinya.
Apakah kita tau betapa besarnya pengeorbanan mereka? Terkadang kita sebagai
anak sering bersikap “arogan” tak mau mengalah, menuntut harus ini itu kepada
orang tua. Mereka pasti akan menuruti keinginan kita, karena bagi mereka kita
adalah anak kesayangan mereka, tapi pernahkah kita berfikir, sudahkah kita
menuruti keinginan mereka atau mungkin membuat mereka bahagia?
Mereka memang tidak menunjukannya langsung kepada kita, tapi apakah kita mengerti. Berbaktilah kepada orang tua itu merupakan bentuk dari pengabdian. Jika dalam agama Islam, Ridho ALLAH adalah Ridho kedua orang tua kita.
Mereka memang tidak menunjukannya langsung kepada kita, tapi apakah kita mengerti. Berbaktilah kepada orang tua itu merupakan bentuk dari pengabdian. Jika dalam agama Islam, Ridho ALLAH adalah Ridho kedua orang tua kita.
Manusia adalah makhluk yang bertanggungjawab,
merupakan makhluk yang diberi beban tugas (mukallaf). Yang membebani tugas
manusia adalah Allah dan juga dirinya sendiri.
Tanggung
jawab lahir kerana manusia diberi kebebasan untuk memilih dan
diberikan seperingkat kebolehan dan potensi untuk mengembangkan tugasnya.
Kebolehan itu adalah berbentuk hidayah.
Hidayah inderawi berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit
untuk meraba, lidah untuk merasa. Hidayah akal untuk memikirkan dan bertemukan
rumusan dan fenomena-fenomea.
Hidayah agama berupa rumusan yang tidak
dapat diindera oleh panca indera dan terbayang dalam fikiran. Semuanya
diberikan oleh Allah kepada manusia agar dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik. Jadi betapa bijaksananya Allah memberikan sejumlah perangkat kepada
manusia sebelum memberikan tugas kepada manusia.
Mengapa kita diberi tugas ? Kerana kita
tahu, seperti yang diberi tahu oleh Allah dalam
Surat Al-Ahzab (33:72) “Sesungguhnya
Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia
itu amat lalim dan amat bodoh” .
Ayat ini menggambarkan bahawa hanya
manusialah yang mahu menerima beban tugas kekhalifahan ini. Inilah tanggung
jawab yang diberikan Allah kepada manusia. Adakah kita sedar atau tidak? atau
hanya sekadar melepaskan batuk di tangga?
Terima kasih sudah mampir di blog
sayaaaa......
Manusia dan Pandagan Hidup tulisan
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan Pandangan Hidup
Tema penulisan saya kali ini
adalah mengenai manusia dan pandangan hidup. Setiap manusia mempunyai pandangan
hidup yang berbeda-beda. Apa itu pandangan hidup?
Akal dan budi sebagai milik manusia
ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab akal dan budi
mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Satu diantar keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Disatu pihak
manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain menusia menyadari
kehidupannya lebih kompleks.
Kesadaran akan kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik yang fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.
Selain itu manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. Sadar pula bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi. Lebih yakin lagi bahwa kehidupan lain itu bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.
Disana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa baik dan buruk itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu mencari sesuatu yang dapat menuntunnya kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.
Kesadaran akan kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik yang fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.
Selain itu manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. Sadar pula bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi. Lebih yakin lagi bahwa kehidupan lain itu bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.
Disana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa baik dan buruk itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu mencari sesuatu yang dapat menuntunnya kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.
Manusia dan Harapan Tulisan
Nama : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas : 1 IA 25
NPM : 54411762
Manusia dan Harapan
Setiap orang di dunia pasti memiliki harapan yang
ingin dicapai di dalam hidupnya. Jika harapan tidak dimiliki oleh
seseorang, sama saja orang tersebut mati dalam hidupnya. Seseorang yang mau meninggalpun pasti memiliki
harapan. Namun, harapan tersebut diturunkan kepada orang yang masih hidup. Pada
dasarnya, harapan sama halnya dengan cita-cita. Keduanya terdapat keinginan
agar tercapainya sesuatu yang diharapkan. Bedanya pada harapan, sesuatu yang
diinginkan tidak terlalu berlebihan, sedangkan pada cita-cita, biasanya dibuat
seseorang sampai setinggi langit.
Harapan itu sendiri adalah bentuk dasar dari kepercayaan
akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah
kebaikan di waktu yang akan datang.
Pada hakekatnya
harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan manusia
menurut Maslow :
1. kelangsungan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban
mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita
Selain Harapan ada
juga istilah yang disebut dengan Kepercayaan. Istilah ini memiliki hubungan
dengan harapan.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

