Selasa, 10 April 2012

Manusia dan Penderitaan (Tugas)


Nama       : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas         : 1 IA 25
NPM         : 54411762

Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sangsekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya inbagi merupakn energi untuk bangkit tensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan juga mempunyai sebab-sebab diantaranya adalah:
a.       Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalu takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia lain menjadi menderita.
b.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun, kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacamini dialami manusia. Salah satu contohnya adalah seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan , kecerdasannya luar bias. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Dsarbone Prancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen yaitu Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.

Manusia dan Keindahan (Tugas)


Nama       : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas         : 1 IA 25
NPM         : 54411762

Manusia dan Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabotan rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas,  seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat di katakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang di ungkapkan.Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan di bagi menjadi 3 macam, menurut luasnya yaitu :
a.       Keindahan dalam arti yang luas
b.      Keindahan dalam arti estetis murni
c.       Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dalam penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
-          Keindahan seni
-          Keindahan alam
-          Keindahan moral
-          Keindahan intelektual

Manusia dan Cinta Kasih (Tugas)


Nama       : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas         : 1 IA 25
NPM         : 54411762

Manusia dan Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka kepada atau rasa sayang, ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaru belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka sayang kepada seseorang yang di sertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi  yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Hikmah cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantaranya hikmah-hikmah tersebut adalah
1.      Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.      Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Kalau bukan karena cinta, tentu manusia tidak akan pernah terdorong untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Pendek kata kalau bukan karena fenomena cinta, tak akan pernah ada gerakan, kreasi  dan apresiasi di dunia ini. Juga tak akan oernah ada pembangunan dan kemajuan.
3.      Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modus utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4.      Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.

Sabtu, 31 Maret 2012

My Love

MY LOVE


Nampak selalu dipikiranku.
Indah wajah mu berjalan di otak ku.
Keanggunan pesona wajah mu terbayang-bayang di benak hati ku.
Entah apa yang terjadi pada diriku.
Nampaknya aku sudah terbuai oleh mu.

Waktu demi waktu telah berlalu.
Ingatan ku kepada mu tak pernah hilang.
Dengan sendirinya hati ku telah terperosok ke dalam hati mu.
Yang tidak akan pernah ku lepas.
Aku tersipu malu.
Saat kau melihat ku.
Walaupun di dalam hati ku, aku tersenyum.
Akan kah keinginan ku terwujud  ????
Rasanya ingin sekali ku ucapkan.
Apakah kau mau menjadi seorang yang spesial di dalam hidup ku ?????

 To : NIKEN WIDYASWARA


Created by : Muhammad Anhar Rosyadi

Tugas Ilmu Budaya Dasar Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


Nama: Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas: 1 IA 25
NPM: 54411762 
 
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang di sampaikannya fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang di berikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya. Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebagainya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar tidak di ajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini di gunakan sebagai alat uintuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Ilmu Budaya Dasar juga di hubungkan dengan prosa, istilah prosa banyak pandanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang di hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A.      Prosa lama meliputi
1.       Dongeng-dongeng
2.       Hikayat
3.       Sejarah
4.       Epos
5.       Cerita pelipur lara
B.      Prosa baru meliputi
1.       Cerita pendek
2.       Roman/novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi

Selain dihubungkan dengan prosa ilmu budaya dasar juga dihubaungkan dengan puisi. Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresipengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistik/estentik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.       Figura bahasa seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.       Kata-kata yang ambiguitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi susana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasahidup dan memukau.
4.       Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.       Pengulangan yang berfungsi uantuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan , sehingga lebih mengugah hati.
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasan dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan jugadalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang di ekspresikan melalui bahasa yang artistik. Penyair kesusastraan yang terkenal di Indonesia adalah W.S.Rendra yang sering sekali membuat puisi-puisi kritikan untuk pemerintah, ini adalah salah satu puisi karya W.S.Rendra









Selasa, 27 Maret 2012

Tulisan Ilmu Kebudayaan Dasar Manusia dan Kebudayaan

Nama   : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas   : 1 IA 25                                                                                                    
NPM   : 54411762
Universitas Gunadarma gundar.jpg
TULISAN.......
Manusia dan kebudayaan
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Tuhan Yang Maha Esa yang di ciptakan begitu sempurna. Manusia juga tergolong dalam makhluk mamalia yang dilengkapi dengan akal dan fikiran untuk berfikir. Manusia diciptkan menjadi dua kelamin yaitu pria dan wanita. Manusia terbagi menjadi beberapa golongan umur ,diantaranya:
1.       Janin                   (masih di dalam kandungan)
2.        Bayi                    (0 – 1 tahun)
3.        Balita                  (2 – 5 tahun)
4.        Anak – anak       (6 – 13 tahun)
5.        Remaja               (14 – 18 tahun)
6.        Dewasa               (18 – 35 tahun)
7.        Orang Tua           (37 – Meninggal)
Manusia juga memiliki kepercayaan atau agama yang bermacam-macam, diantaranya:
1.        Agama Islam
2.        Agama Kristen Protestan maupun Katolik
3.        Agama Hindu
4.        Agama Budha
5.        Agama Kong Hu Cu

Tugas Ilmu Kebudayaan Dasar Manusia dan Kebudayaan

Nama   : Muhammad Anhar Rosyadi
Kelas   :1 IA 25                                                                                                    
NPM   : 54411762
Universitas Gunadarma gundar.jpg
TUGAS...
Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peranan  yang unik, dan dapat di pandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia, manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu menghitungkan setiap kegiatan, sering di sebut homo economicus, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, makhluk yang berbudaya, sering disebut homo humanus, dan lain sebagainya.
Hakekat manusia  terbagi menjadi 4 yaitu ;
a.      Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya
b.     Mahluk ciptaann Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
c.      Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
d.     Mahluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Kebudayaan jika di kaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhaya yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengelola tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang di hasilkan oleh akal budi atau pikiran manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang di pelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang di tularkan secara sosial, yang merupakamn kekhususan kelompok sosial tertentu.